Rabu, 05 Maret 2014

RK 17

Bongkar Celengan receh :D
Recahnya sudah siap :D
 
Ayo dihitung recehannya kakak-kakak  :D
Receh Kahuripan 17
 RK adalah singkatan dari Receh Kahuripan. RK merupakan salah satu kegiatan SIGi Mks yang dilakukan setiap bulannya. Kegiatan RK ini adalah kegiatan mengumpulkan "receh" dimana, yang dimaksud "receh" di sini adalah uang mulai dari Rp. 100 sampai dengan Rp. 100.000 atau dengan kata lain, semua uang (hehehe). Uang yang terkumpul, nantinya akan digunakan untuk kegiatan berbagi SIGi Mks. Dan saat saya bergabung di SIGi Mks, RK telah mencapai angka 17. Itu berarti telah 17 bulan SIGi Mks melakukan kegiatan tersebut. Semoga kegiatan ini terus terlaksana. Kalian luarr biasaaa kakak-kakak SIGI Makassar :D Yeah!

(Makassar, 23 Januari 2014) -Ina Novita-


Selasa, 04 Maret 2014

IMPIAN


Saat impian tidak bisa jadi kenyataan,
bukanlah alasan untuk tidak bersyukur.
Paling tidak, kita tahu bagaimana rasanya berjuang, berusaha dan berdoa untuk impian kita.
Jika kita melakukan semua itu dengan hati,
maka kita akan menikmati setiap proses yang kita alami, proses dimana kita berjuang mewujudkan impian kita.
Jadi, saat kita berjuang untuk impian kita,
maka tidak ada alasan untuk tidak bahagia.
Kemenangan yang sesungguhnya bukanlah saat impian kita bisa terwujud,
tapi  saat kita berani ber”mimpi”, saat kita berjuang untuk impian kita dan saat
hasilnya kita serahkan hanya kepada-Nya.

Sahabat, ber”mimpi”lah setinggi-tingginya!:D

(Makassar, 4 Maret 2014) -Ina Novita-












“Hiduplah dengan hidupmu”


Katanya lupa. Ia lupa semua kesedihan yang pernah Ia alami. Katanya tidak mudah. Tidak mudah baginya mengingat kembali semua kenangan-kenangan itu. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya ia pikirkan. Dari luar, ia tampak tegar dengan senyuman yang selalu menghiasi bibirnya. Tapi dalam hatinya, tak ada yang tahu, termaksud aku.
Tidak dapat dipungkiri setiap manusia pernah merasakan hidup yang indah, bahagia, sedih, galau dan entah apalah namanya. Tapi tahukah, Ia tidak seperti manusia pada umumnya. Seakan hidupnya hanya ada kata indah dan bahagia.
Katanya, kesedihan dan kegalauannya bukan untuk konsumsi orang-orang di sekitarnya. Itu katanya. Tapi tahukah, dia juga manusia. Manusia yang mungkin lebih sedih dan lebih galau dariku. Entah bagaimana caranya ia menyembunyikan semua itu.
“Aku punya kalian, itu sudah cukup” katanya.
Kesedihan dan kegalauan tidak pernah merengut senyuman manisnya.
“Bagaimana caranya?” tanyaku.
“Hiduplah dengan hidupmu” jawabnya.
Kalimat itu, selalu terlintas di pikiranku. Aku tidak paham betul apa maksud dari kalimat itu. Dan setiap kali aku meminta penjelasan darinya.
“Hidup yang bagaimana maksudmu? tanyaku lagi.
Biasanya dia akan balik bertanya padaku, “Bagaimana hidupmu?”
Panjang lebar ku jelaskan tentang hidupku. Ia selalu setia mendengarkan hingga tak ada lagi kata yang keluar dari mulutku.
“Sudah?” tanyanya memastikan.
Aku membalasnya dengan anggukkan yang pelan sambil memperhatikannya. Tak ingin kehilangan satu kata pun dari mulutnya.
“Hidup seperti yang kamu katakan tadi” jawabnya dengan senyuman.
“Itu tidak bisa membuatku bahagia!” lanjutku.
“Jadi, kamu ingin hidup yang seperti apa? seperti hidupku? seperti hidup orang lain?” tanyanya lagi.
Aku terdiam. Nada suaranya agak tinggi. Tapi seperti yang ku katakan, wajahnya tak pernah lepas dari senyuman. “Masih bisa tersenyum?” batinku.
Skenario Hidup.
Terkadang, hidup yang kita harapkan,
tidak sesuai dengan hidup yang kita alami sekarang.
Terkadang dalam hidup, kita menginginkan sesuatu,
namun, kita tak bisa mendapatkannya.
Terkadang dalam hidup, kita membenci sesuatu,
namun sesuatu itulah yang kita dapatkan.
Dalam hidup, tidak ada yang kebetulan.
Yang kita dapatkan, yang pergi dari kita,
semua telah diatur dengan rapi.
Inilah skenario hidup..
Kita harus tetap bermimpi,
Dan mengikhlaskan hasil akhirnya.
Inilah skenario hidup..
Jika ingin bahagia, maka
Pondasilah segalanya dengan rasa syukur.
Jadi, bersyukurlah!
“Tak ada jaminan, kamu bisa bahagia dengan hidupku atau hidup orang lain. Mulai sekarang, cobalah untuk tidak mempertanyakan tentang kehidupanmu. Jangan habiskan hidupmu hanya untuk membandingkan hidupmu dengan hidupku atau dengan hidup orang lain. Hiduplah dengan hidupmu, maka kamu akan terus hidup” Jelasnya.
“Boleh aku bertanya lagi? Tapi, kamu harus menjawabnya dengan jujur” kataku dengan suara pelan.

“Apa kamu bahagia?” sambungku
“Tidak” jawabnya singkat.
Setelah menjawab pertanyaanku, ia membalikkan badannya. Senyuman itu masih di wajahnya, tak pernah beranjak. Hingga ia pun pergi meninggalkanku. Sendiri.

Dia hidup dengan kesedihan, yang kesedihannya tak pernah bisa ku baca.
Sahabat,..
Hidup terkadang seperti lagu, perlu dilantunkan agar kamu bisa menikmatinya..
Berbahagialah! ^^

(Makassar, 4 Maret 2014) -Ina Novita-

Kampung Savana #2

(Jalanan menuju KS saat musim hujan)

(Mobil Juara melewati jalanan yang becek)

(Kakak dan adik di KS mendorong Mobil Juara)
(Ayoo yang semangat dorongnya ^^)


Makassar sedang musim penghujan. Hujan yang sedari pagi meninggalkan banyak genangan air dan menyebabkan tanah becek, juga berlumpur. Sore itu, Kampung Savana kedatangan tamu spesial. Sebuah mobil yang di dalamnya terdapat begitu banyak ilmu pengetahuan. Mobil juara, begitulah kami memanggilnya. Adik-adik Kampung Savana sangat senang menyembut kedatangannya, sebab buku-buku yang dibawa mobil juara adalah jendala mereka melihat dunia yang begitu luas. Kelas membaca adik-adik di Kampung Savana sore itu berjalan lancar karena hujan hanya turun titik demi titik, tidak begitu deras. Merekapun tenggelam bersama buku bacaan kesukaan mereka masing-masing. Pemandangan yang begitu menyenangkan melihat mereka asik membaca. Namun, ada sedikit kendala ketika mobil juara akan pulang. Salah satu bannya terperosok di tanah becek dan berlumpur. Mobil Juarapun tidak bisa bergerak. Kakak-kakak volunteer, adik-adik serta warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera turun lansung mendorong mobil juara. dan setelah berjuang beberapa lama, akhirnya mobil juara lolos dari jeratan tanah basah. Terma kasih mobil juara.
"Setiap masalah pasti punya solusi dan sebaik-baiknya solusi adalah yang dikerjakan bersama-sama" ^^

Makassar, 7 Januari 2014

-Ina Novita-

Senin, 03 Maret 2014

Mestakung


Suasana pembagian medali IPhO XXXVII Singapore.

Saat  upacara pembagian medali, Duta besar kita duduk di samping para duta besar dari berbagai negara. Ketika honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia. Para Dubes mulai bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan), “kok, tidak ada siswa Indonesia?” Dubes kita tersenyum saja. Kemudian setelah itu dipanggil satu per satu peraih medali perunggu. Para siswa yang menaiki panggung berasal dari Filipina, Thailand, Kazakhtan, dan sebagainya. Lagi-lagi, dubes Negara sahabat bertanya, “kok, tidak ada siswa Indonesia?” kembali dubes kita tersenyum. Dubes kita justru menyalami dubes yang siswanya meraih medali perunggu.
Kemudian, ketika peraih medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (masih SMP) dengan peci sambil mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan ,”Muhammad Firmansyah Kasim…dari Indonesia….” Saat itu dubes Negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berfikir, “tidak salah,nih…?” ketika mereka sadar,  mereka langsung mengucapkan selamat kepada dubes kita.
Tidak lama kemudian, dipanggil para siswa yang mendapatkan medali emas, saat itu, dubes Negara sahabat kaget luar biasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dan jas hitam, gagah sekali. Satu per satu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih. Mengesankan dan mengharukan. Semua dubes langsung mengucapkan selamat kepada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.
Tidak berhenti sampai disitu. Ketika diumumkan, “The Champion of the International Physics Olympiad XXXVII is…” “Jonathan Pradhana Mailoa!” Seluruh orang Indonesia yang hadir bersorak. Bulu kuduk berdiri, merinding…. Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama… Standing Ovatian…. Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata. Air mata kebahagiaan, air mata keharuan…. Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar…. Seluruh rasa capai dan lelah langsung hilang seketika… sangat mengharukan….
Usai upacara penyerahan medali, semua orang menyalami. Orang Kazakhstan memeluk erat-erat sambil berkata, “Wonderful job….” Orang Malaysia menyalami dan berkata, “You did a great job….” Orang Taiwan Berujar, “Now is your turn….” Orang Filipina,”Amazing….” Orang Israel, “Excellent work….” Orang Portugal, “Portugal is great in soccer but has to learn physics from Indonesia.” Orang Nigeria, “Could you come to Nigeria to train our students too?” Orang Australia, “Great….” Orang Belanda, “you did it!!!” Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya. Orang Irak memeluk sambil berkata, “Great, wonderful…” 86 negara (termaksuk Negara yang hanya mengirimkan observer) mengucapkan selamat…. Suasananya sangat mengharukan… saya tidak bisa menceritakannya dengan kata-kata.
Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras. Seorang profesor dari Belgia mengirim pesan pendek (sms) berikut : Echo of Indonesia Victory has reached Europe! Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes! The future (Gaung  kemenangan Indonesia telah mencapai Eropa! Selamat bagi para para juara dan pelatih mereka atas kesuksesan yang gemilang ini! masa depan cerah kian terbentang)—Marc deschamps.

Ya, benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan…..

Dikutip dari buku MESTAKUNG oleh Prof.Yohanes Surya, Ph.D