Senin, 13 Juni 2016

Niat baik saja (tidak) cukup.

Setiap perkara yang berhubungan dengan hati, tidak akan ada seorangpun yang tahu, melainkan kita sendiri dan Sang Pemilik hati kita. Misalnya saja niat kita. Meskipun orang lain melihat apa yang kita lakukan baik, tetapi sebenarnya tidak seperti yang terlihat, maka tetap saja sesuatu itu tidaklah sempurna kebaikannya. Sebab segala sesuatu itu tergantung niatnya. 
Ada beberapa hal yang biasanya berhubungan dengan niat, saya ingin menuliskan beberapa yang pernah saya alami, seperti hari ini.

Niat baik adalah niat awal yang tidak berubah.
Saat ingin melakukan sesuatu, biasanya kita berniat baik di awalnya. Tapi di tengah perjalanan, mungkin akan ada banyak masalah-masalah yang datang dan menguji hati kita. Menjadi penghambat untuk kita bisa terus melakukan hal yang kita ingin lakukan dengan niat awal yang sama. Dan kenyataannya, godaan-godaan yang datang silih berganti akhirnya mampu membelokkan niat kita. Bahkan di bagian paling akhir, terkadang kita tidak bisa lagi menjumpai niat baik di awal tadi.
-Mari perbanyaklah memohon kepada Allah agar diberi hati yang konsisten dalam kebaikan-

Niat baik adalah niat yang diactionkan.
Semua niat baik kita bernilai pahala di mata Allah. Jika niat saja bernilai pahala, lantas mengapa kita ragu dalam menjalankannya? Tidak terhitung berapa banyak niat baik selama hidup di dunia. Berapa banyak yang telah kita lakukan? berapa banyak yang masih menjadi daftar tunggu? dan berapa banyak yang telah kita kubur karena kita merasa tidak sanggup melakukanya? -padahal boleh jadi akan ada kemudahan dari Allah untuk kita dari arah yang tidak disangka-sangka- Sebaik-baiknya niat baik adalah yang dilakukan.

Niat baik adalah niat yang selalu berteman dengan prasangka baik.
Sedikit berkisah, sekitar sebulan yang lalu sebelum hari ini, saya berniat melakukan suatu kegiatan sosial, dimana saya memerlukan banyak dukungan dari orang-orang sekitar. Meski niat awal saya (sebut saja baik) tapi saya tidak yakin niat baik itu akan ada hingga kegiatan itu berakhir. Mengapa? Karena ada yang lebih awal tiba di hati saya ketimbang niat baik itu sendiri, ia adalah "prasangka buruk". 

Saat ada niat untuk melakukan sesuatu, saya malah mengulur-ulur waktu, mempertimbangkan banyak hal -yang sebenarnya bisa saya "sempurna"kan sambil menjalankannya-. Tapi apa daya, setiap kali ingin memulai untuk melakukannya, selalu saja ada bisikkan yang entah dari mana datangnya, mengatakan " nanti saja". Hingga tak jarang banyak niat baik yang mengendap begitu saja. dan semuanya lagi-lagi karena  "prasangka buruk" yang selalu ingin menemani niat baik.

Jujur saja, saat ingin menjalankan niat (baik) yang saya maksud di atas, masalah terbesar yang saya hadapi adalah berburuk sangka pada orang-orang sekitar. "Sepertinya mereka tidak tertarik untuk hal-hal seperti ini" "Kalaupun ada yang tertarik pasti hanya satu atau dua orang saja".

Meski begitu, pada akhirnya, sebulan yang lalu saya mencoba berdamai dengan diri saya, mencoba merubah prasangka buruk itu menjadi prasangka baik. "Toh, meskipun satu atau dua orang yang tertarik, kegiatan itu akan tetap bisa terlaksana, walau sederhana". 

Bagaimana hasilnya?  Hari ini adalah H-2 dari kegiatan yang saya maksud. Saya jadi malu sendiri melihat banyaknya dukungan dan bantuan dari orang-orang sekitar. Apalagi saat mengingat kembali prasangka-prasangka di awal tadi. Yah, tidak ada satu prasangka buruk itu yang terbukti. Orang-orang di sekitar saya menyambutnya dengan baik, bahkan melampaui dari apa yang saya bayangkan.

Maka, bagi saya, Niat baik saja tidak cukup, harus ada prasangka baik yang mendampingi. Agar niat baik tidak berubah hingga akhir dan niat baik bisa terlaksana.

Tulisan ini diikutkan dalam tantangan kelas menulis SIGi Makassar, #SIGiMenulisRamadhan. Baca tulisan tema lainny di sini:
nuralmarwah.com
bukanamnesia.blogspot.com
nurrahmahs.wordpress.com
rahmaniarahman.blogspot.com
kyuuisme.wordpress.com
rancaaspar.wordpress.com
burningandloveable.blogspot.com
inditriyani.wordpress.com
begooottt.wordpress.com
uuswatunhasanah.tumblr.com
ayutawil.blogspot.co.id

10 Juni 2016 -Ina Novita-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar